Artificial Intelligence

Mendengar kata kecerdasan buatan mungkin bagi sebagian orang akan terdengar “Ngeriii” atau sebagian orang yang suka nongkrong di bioskop langsung ingat dengan film Matrix atau I-Robot. Itu tidak bisa disalahkan, karena memang kecerdasan buatan hampir selalu mempunyai konotasi fiksi ilmiah. , meskipun pada kenyataannya kecerdasan buatan bukanlah suatu khayalan, tapi memang benar-benar ada dalam kehidupan kita sehari-hari dan kita juga sering menggunakannya.
Dalam bahasa ingris kecerdasan buatan di sebut Artificial Intelligence atau AI didefinisikan sebagai kecerdasan yang ditunjukkan oleh suatu entitas buatan. Sistem seperti ini umumnya di kerjakan oleh computer, kemudian dimasukkan kedalam sebuah mesin sebagai otak atau pengemudi mesin tersebut, yang nantinya dapat mempermudah pekerjaan manusia.
Sejarah Kecerdasan Buatan
Pada awal abad 17, René Descartes mengemukakan bahwa tubuh hewan bukanlah apa-apa melainkan hanya mesin-mesin yang rumit. Blaise Pascal menciptakan mesin penghitung digital mekanis pertama pada 1642. Pada 19, Charles Babbage dan Ada Lovelace bekerja pada mesin penghitung mekanis yang dapat diprogram.
Bertrand Russell dan Alfred North Whitehead menerbitkan Principia Mathematica, yang merombak logika formal. Warren McCulloch dan Walter Pitts menerbitkan “Kalkulus Logis Gagasan yang tetap ada dalam Aktivitas ” pada 1943 yang meletakkan pondasi untuk jaringan syaraf.
Tahun 1950-an adalah periode usaha aktif dalam AI. Program AI pertama yang bekerja ditulis pada 1951 untuk menjalankan mesin Ferranti Mark I di University of Manchester (UK): sebuah program permainan naskah yang ditulis oleh Christopher Strachey dan program permainan catur yang ditulis oleh Dietrich Prinz. John McCarthy membuat istilah “kecerdasan buatan ” pada konferensi pertama yang disediakan untuk pokok persoalan ini, pada 1956. Dia juga menemukan bahasa pemrograman Lisp. Alan Turing memperkenalkan “Turing test” sebagai sebuah cara untuk mengoperasionalkan test perilaku cerdas. Joseph Weizenbaum membangun ELIZA, sebuah chatterbot yang menerapkan psikoterapi Rogerian.
Selama tahun 1960-an dan 1970-an, Joel Moses mendemonstrasikan kekuatan pertimbangan simbolis untuk mengintegrasikan masalah di dalam program Macsyma, program berbasis pengetahuan yang sukses pertama kali dalam bidang matematika. Marvin Minsky dan Seymour Papert menerbitkan Perceptrons, yang mendemostrasikan batas jaringan syaraf sederhana dan Alain Colmerauer mengembangkan bahasa komputer Prolog. Ted Shortliffe mendemonstrasikan kekuatan sistem berbasis aturan untuk representasi pengetahuan dan inferensi dalam diagnosa dan terapi medis yang kadangkala disebut sebagai sistem pakar pertama. Hans Moravec mengembangkan kendaraan terkendali komputer pertama untuk mengatasi jalan berintang yang kusut secara mandiri.

Aplikasi Berbasis Suara

Setelah paham apa itu kecerdasan buatan dan dari mana itu asalnya kecerdasan buatan atau dalam bahasa walandanya AI (Artificial Intelligence) sekarang kita coba bikin aplikasi yang sederhana, nih saya punya sedikit referensi untuk membuat aplikasi berbasis suara, kayak voice call di ha – pe (dibaca handphone), tau handphone ngga kalo ngga tau kebangeten loh….Aplikasi ini tidak terbatas pada suara yang direkam saja (karena gak pake rekam-rekaman). Suara siapapun bisa mengaktifkan perintah-perintah dalam aplikasi ini.
Untuk membuat aplikasi berbasis suara tersebut, kita perlu SDK (Software Development Kit) dari Microsoft, yaitu Microsoft Speech SDK. Nah, dengan pake SDK ini kita bisa membuat aplikasi apapun yang hanya menggunakan suara sebagai inputnya. (Tentunya perlu ngoding untuk membuat aplikasinya) Tapi klo aplikasinya ud jadi, menjalankannya hanya perlu suara. Suara siapapun bisa lho.
Nah, klo dikembangkan lebih lanjut, dan menambahkan AI (artificial intelligence) dalam aplikasinya, kita bahkan bisa membuat Doraemon (maksudnya temen ngobrol, tapi cuma sebagai aplikasi di komputer). Dari SDK itu selain bisa input suara, output suara juga bisa. Yah, buat keren-kerenan aja, kita bisa bikin aplikasi yang klo ada yg nanya "Siapa namamu?" aplikasi itu bakal jawab "Saya Tom Cruise". Pokoknya gitu deh.
Cuma masih ada kekurangannya pada aplikasi ini yaitu menggunakan bahasa inggris, ya mungkin kedepannya akan ditambahkan library untuk bahasa indonesia, karena bahasa indonesia tidak ambigu, klo ada huruf 'a' bakal dibaca 'a', klo bahasa inggris kadang-kadang dibaca 'e'.



More..

Melepaskan Diri Dari Jebakan Permainan Pikiran

Copy Paste dari blog http://andriewongso.com semoga bermanfaat bagi diri saya pribadi dan bagi pengunjung blog ini.

Segala keruwetan hidup, segala beban pikiran, segala ratapan akan kegagalan, sejatinya adalah hasil dari "Permainan Pikiran" kita sendiri. Kehidupan ini dipenuhi oleh rangkaian fragmen-fragmen. Satu peristiwa, dapat saja disikapi secara berbeda oleh individu-individu yang terlibat di dalamnya. "Musibah" bagi satu orang, di saat bersamaan boleh jadi justru menjadi "anugerah" bagi orang yang lain.
Sebagai contoh, penulis pernah mengalami sendiri kehilangan mobil satu-satunya yang dicuri dari garasi rumah di pagi buta. Situasi menjadi sulit, selain karena hilangannya aset keluarga, praktis sementara belum mendapatkan mobil pengganti, penulis harus mengandalkan ojek, angkot, bus umum atau pun taxi untuk bekerja.

Namun di sisi lain, musibah ini justru menjadi "rejeki" untuk tukang ojek, supir angkot, taxi dan bus yang kini mendapatkan pelanggan baru. Tak ketinggalan tukang bangunan yang kemudian dipesan secara khusus untuk memperkuat konstruksi pagar rumah. Satu peristiwa bisa dimaknai secara sangat berbeda, bahkan bertolak belakang. Segala keruwetan hidup, segala beban pikiran, segala ratapan akan kegagalan, sejatinya adalah hasil dari "Permainan Pikiran" kita sendiri. Kehidupan ini dipenuhi oleh rangkaian fragmen-fragmen. Satu peristiwa, dapat saja disikapi secara berbeda oleh individu-individu yang terlibat di dalamnya. "Musibah" bagi satu orang, di saat bersamaan boleh jadi justru menjadi "anugerah" bagi orang yang lain.
Sebagai contoh, penulis pernah mengalami sendiri kehilangan mobil satu-satunya yang dicuri dari garasi rumah di pagi buta. Situasi menjadi sulit, selain karena hilangannya aset keluarga, praktis sementara belum mendapatkan mobil pengganti, penulis harus mengandalkan ojek, angkot, bus umum atau pun taxi untuk bekerja.

Namun di sisi lain, musibah ini justru menjadi "rejeki" untuk tukang ojek, supir angkot, taxi dan bus yang kini mendapatkan pelanggan baru. Tak ketinggalan tukang bangunan yang kemudian dipesan secara khusus untuk memperkuat konstruksi pagar rumah. Satu peristiwa bisa dimaknai secara sangat berbeda, bahkan bertolak belakang.

Agar tidak terjebak dalam "permainan pikiran" kita sendiri, diperlukan adanya "Prasangka Baik" (Possitive Thinking). Kepada siapa? Tentu pada Sang Maha Pemberi Kehidupan, yang telah mengatur fragmen-fragmen kehidupan tersebut. Prasangka baik akan menuntun kita untuk "tajam" dalam mengambil pembelajaran dari tiap kejadian.

Hidup adalah sebuah perjalanan untuk "MENJADI". Setiap kita hakikatnya sedang dalam perjalanan untuk "menjadi". Jiwa yang sederhana yang dianugerahkan pada setiap bayi yang baru lahir, ditempa untuk "menjadi" melalui serangkaian pengalaman hidup. UMUR adalah Time Line-nya, sejauh mana kehadiran kita memberikan MANFAAT adalah Measurement-nya, sementara SUKSES adalah Bonus-nya.

Tidak ada yang namanya kegagalan, karena kegagalan hanyalah "sinyal" agar kita mengevaluasi diri dan memperbaiki cara kita bekerja. Tidak ada yang namanya musibah, karena musibah hanyalah "momen" untuk introspeksi dan mengoptimalkan potensi diri yang ternyata selama ini masih Idle (terpendam).

Karena itu, ada beberapa pedoman yang bisa digunakan agar kita terbebas dari jebakan "permainan pikiran" kita sendiri:
1. Bahwa Sang Maha Pemurah tak akan pernah menyengsarakan hamba-Nya
2. Bahwa setiap hal pasti selalu diciptakan secara berpasang-pasangan
3. Bahwa dibalik setiap kesukaran pasti selalu ada kemudahan.

Pertama, Tuhan tidak akan pernah "menyengsarakan" kita. Jati diri manusia sejatinya merupakan cerminan dari Kemuliaan Sifat Tuhan, karena itulah manusia diberi "tugas" untuk memakmurkan semesta kehidupan. Artinya, kita semua sesungguhnya ditakdirkan untuk SUKSES. Namun dalam prosesnya, diberikanlah oleh-Nya ujian hidup, baik berupa kegagalan, kesukaran, kekeliruan, kerumitan, atau pun musibah.

Mengapa demikian? Karena manusia yang mampu untuk memakmurkan semesta kehidupan, adalah manusia dengan JIWA yang telah bertumbuh. Dan pertumbuhan ini selalu melalui proses yang berjenjang. Ujian hidup merupakan SARANA untuk mengangkat kita ke jenjang berikutnya, karena ujian hidup akan memberikan tempaan, lecutan motivasi, pencerahan, titik balik, atau pun kesadaran untuk introspeksi. Namun demikian, skenario ini akan bisa berhasil bila kita menjalaninya dengan "Prasangka Baik".

Kedua, setiap hal selalu diciptakan berpasang-pasangan. Bila kita tidak mengenal bengkok, tentu kita tak akan menghargai lurus. Tanpa adanya gelap, terang menjadi tidak berarti. Putih menjadi kehilangan makna tanpa noda hitam yang bisa mengotorinya. Demikian pula, tanpa mengenal kegagalan, kita tak akan bisa menghargai keberhasilan. Kita akan mengejar keberhasilan bila kita memahami KEMULIAAN dari keberhasilan itu sendiri. Karena itulah, "diciptakannya" kegagalan sesungguhnya merupakan anugerah.

Ketiga, di balik setiap kesulitan PASTI ada kemudahan. Ini adalah sebuah hukum alam, sekaligus merupakan janji Tuhan. Pakar Fisika Prof. Yohannes Surya menyebutnya sebagai Fenomena "Mestakung". Kesulitan memang terasa menyesakkan, namun bila kita berhasil melaluinya, kita akan tersadar bahwa ternyata solusi itu SELALU tersedia.

Sebagai contoh, nusantara yang dahulu terdiri atas berbagai kerajaan, telah kenyang menelan penderitaan karena selama 350 tahun dijajah oleh VOC (kemudian diteruskan oleh Hindia Belanda). Namun dari penderitaan ini, para pendiri Republik menjadi tersadar akan pentingnya nilai persatuan, maka kemudian lahirlah Indonesia. Bisa dikatakan, bahwa VOC-lah yang telah menginisiasi persatuan Indonesia.

Hasilnya, sampai detik ini pun para pakar Geo-Politik dunia masih menyebut Indonesia sebagai "Keajaiban Abad 21". Sebuah wilayah yang multi etnis, terdiri atas ribuan pulau dan dipisahkan oleh lautan, nyatanya bisa bersatu sebagai sebuah negara. Berkaca dari runtuhnya Soviet, tragedi Balkanisasi, serta carut-marutnya Timur Tengah (sebuah wilayah yang sejatinya "Single" etnis tapi justru terdiri atas banyak negara), maka Negara Indonesia sungguh merupakan sebuah keajaiban.

Senang dan susah sebenarnya hanyalah ilusi. Yang terpenting adalah bagaimana kita mampu memetik pembelajaran, sehingga akhirnya kehadiran kita selalu memberikan manfaat. Tidak perlu terlampau DUKA untuk sebuah kegagalan, demikian pula tidak perlu terlampau BANGGA akan sebuah keberhasilan karena semuanya adalah bagian dari proses untuk "menjadi".



More..

Berharap Sesuatu Yang Positif

Apa yang terlintas pertama kali di benak Anda ketika bangun di hari Senin pagi ? Harapan seperti apa yang Anda bangun ketika harus meeting dengan atasan Anda ? Apa yang Anda bayangkan ketika harus presentasi di depan klien ?

Jika apa yang harapkan dan bayangkan semuanya baik dan positif, maka Anda sudah berada pada jalur yang benar. Jika masih terlintas kekhawatiran, keraguan, ketakutan dalam diri Anda, maka Anda perlu memprogram ulang pola pikir Anda.

Banyak orang tahu bahwa harapan yang positif akan membangun sebuah keyakinan, tapi tidak banyak orang yang betul-betul melakukannya. Terkadang rasa cemas dan takut muncul dalam pikirannya. Imajinasi negatif seseorang yang membuat keraguannya semakin besar. Visualisasinya yang negatif membuat kecemasannya semakin menjadi-jadi. Belum presentasi di depan klien, tapi gemetarnya sudah dari rumah, karena takut tidak dapat menjawab pertanyaan. Belum haris senin pagi, tapi sudah merasa malas membayangkan macetnya jalan, belum bertemu dengan atasan tapi sudah khawatir akan mendapat teguran.

Pembaca yang setia, sadar tidak sadar yang membangun segala sesuatu yang negatif berawal dari pikiran kita masing-masing, padahal segala sesuatunya belum tentu terjadi. Pilihannya memang hanya ada 2, Anda boleh milih berharap hal buruk akan terjadi pada Anda, atau berharap hal yang baik akan terjadi pada Anda. Jika imajinasi, harapan yang Anda ciptakan hanya akan membuat Anda merasa menjadi lebih kecil, tidak mampu, kurang yakin, ragu, maka saatnya bagi Anda untuk meninggalkannya.Ambil suatu momen yang tenang, dan mulai bayangkan segala sesuatu yang baik akan terjadi.Bayangkan bagaimana atasan Anda akan kagum dengan kinerja Anda, bayangkan bagaimana klien Anda begitu menyukai presentasi Anda, bayangkan bahwa hari Senin Anda begitu menyenangkan karena akan ada kejutan spesial. Jika kita boleh memilih, kenapa tidak sekalian memilih yang baik-baik saja.

Hari Anda akan menjadi menyenangkan tergantung pada diri Anda. Mungkin kita bisa belajar dari seorang anak kecil, yang selalu ceria menghadapi harinya, yang selalu semangat pergi ke sekolah karena bertemu dengan teman-temannya, yang selalu senang ketika bangun karena bisa kembali bermain dengan orang tuanya.

Hidup ini terlalu singkat untuk menjadi khawatir dan menjadi takut. Kita dilahirkan untuk menjadi pribadi yang hebat, pribadi yang menang, tapi hal itu baru akan terwujud, jika kita bersedia mengharapkannya terjadi dalam hidup kita. Situasi dan kondisi boleh tidak bersahabat dengan kita, tapi jangan biarkan hal itu semua mengubur harapan positif kita. Jangan berhenti berharap, dan teruslah mengharapkan hal positif yang terjadi pada hidup Anda. Di kutip dari http://andriewongso.com/


More..

Kemampuan Diri

Ini cerita tidak jauh beda dengan kehidupanku. Moga bermanfaat

Seorang pemuda pada semester akhir mengalami keputus asaan. Sudah 10 semester dijalani, dan ini merupakan tahap akhir kuliahnya.Di satu sisi, sebagai tanggungjawabnya dia harus menyelesaikan tugasnya untuk meraih sarjana. Di sisi lain dia mengetahui bahwa ayahnya demikian sulit menyediakan uang untuk membiayai studinya.

Dia ingin berbakti untuk menyelesaikan kuliah sebagai amanah dari orang tua, namun dia juga merasa bahwa dirinya merupakan beban berat dari orang tuanya.
Dia memutuskan untuk mencari uang sambil menyelesaikan studinya, namun ternyata tidak mudah. Kalau dia konsentrasi pada studi, jelas penghasilkannya sangat sedikit.Kalau dia konsentrasi pada mencari uang, studinya terbengkalai.

Untung suatu ketika ayahnya bertanya. Dengan suara berat anak laki-laki ing menjawab bahwa dia ingin bekerja untuk meringankan beban ayahnya, setelah dapat duit dia mau melanjutkan studinya memenuhi amanat keluarga.

Dengan bijak sang ayah menjelaskan bahwa menyediakan uang untuk studi anaknya merupakan bewajiban ayahnya. Anak jangan merasa bersalah karena membebani orang tua, demikian tutur sang ayah. Kalau nanti kamu punya anak, kewajibanmu jugalah seperti kewajiban ayah.

Kewajibanmu saat ini adalah secepatnya menyelesaikan sudi, sehingga ayah akan terlepas dari beban itu. Bila "cuti" kuliah, berarti akan menunda kesempatan yang harus diseleaikan saat ini. Untuk menyelesaikan sesuatu yang tertunda, baik anak laki-laki maupun ayahnya harus melalui masa penantian yang belum tentu, sedangkan bila konsentrasi diarahkan pada penyelesaian kuliah, maka diharapkan hasilnya dapat dinikmati pada waktu yang tidak telalu lama.

Penyelesaian studi merupakan kemampuan diri yang diberikan orangtua, dengan pemberian itu orangtua merasa sangat bahagia.
Demikian salahsatu persoalan yang dihadapi para mahasiswa pada akhir masa kuliahnya bila dia berada dalam keluarga yang pas-pasan. Keluarga demikian menduduki rangking terbesar dalam masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, merupakan kepedulian kita bersama untuk memberikan nasehat berupa motivasi kepada generasi penerus masa depan agar tidak gagal dalam studi karena cintakasihyang berlebihan kepada orang tua. Cinta kasih seperti ini telah diterapkan secara bijaksana, karena dia tidak menghargai kewajiban orangtua yang mengharapkan masa depan generasi penerusnya.
Tidak sedikit orangtua yang harus meminjam sejumlah uang untuk biaya awal memasukkan putra-putrinya di pergutuan tinggi. Bahkan tidak sedikit orangtua dari keluarga yang "kelihatan" mapan, ternyata menghadapi kesulitan ekonomi, karena kondisinya sudah tidak cemerlang, namun masih mempertahankan gengsi agar anak-anaknya dapat tampil prima demi mempertahankan status.

Pada saat ini kemampuan diri kita sangat perlu dicermati,agar dapat dipergunakan secara sangat efisien. Dengan demikian, walau kita berusaha tampil senantiasa prima, namun setiap langkah harus diperhitungkan secara cermat. Bagaimanapun, kemandirian sebenarnya merupakan potensi yang ada pada setiap individu. Kemandirian wajib dipergunakan dengan pengendalian batin yang mantap dan terlatih. Dengan demikian kemampuan diri dapat dikembangkan dan ditingkatkan dengan senantiasa belajar.

Sukses bagi siapa saja yang senantiasa mau belajar, Di kutip dari http://andriewongso.com/ !
More..

Ehmmm

Ehmm kemarin habis bazar ma anak anak SMA 1 Lainea, Wuahhh seneng banget rasanya ketemu ma temen temen angkatan 2006, setelah hampir tiga tahun tak bersua. Begitu ketemu weihhh Agus how are u? ge mana, lanjut di mana?....Heii Rianty makin cakep aja (ehm dlm hati)dan bla bla bla.. lah. Sepertinya kayak peristiwa Orientasi dulu waktu di SMA.

Ehm saya rasakan ada yang beda kalau di SMA dulu saya kayaknya pemalu sekalijangankan mau ucapkan kata cinta (weittsss), mau kenalan aja takuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut.ya udahlah itukan dulu lupakan sajalah yang penting hidupku sekarang sedikit lebih baik, terimakasih ya allah.

More..

Imposibel Is Nothing

Kemaren dapet e mail dari temen setelah ku baca isinya cukup menarik yg intinya kita g boleh negatif thinking, jangan pernah berkata tidak mungkin. Met membaca moga bermanfaat

PERNAH lihat iklan Adidas, " Impossible is Nothing? " Iklan itu berisi kredo yang dilontarkankan Leyla Ali, putri Muhammad Ali. Bunyinya gagah dan puitis. "Tak mungkin bukanlah fakta. Tak mungkin adalah pendapat semata. Tak mungkin bukanlah sebuah deklarasi. Melainkan sebuah tantangan. Tak mungkin adalah sebuah potensi. Tak mungkin sifatnya sementara. Tak mungkin tidak berarti apa-apa."

Kredo itu digunakan untuk membakar semangat banyak orang dalam berbagai workshop dan pelatihan. Hasilnya seringkali cukup menantang. Banyak eksekutif perusahaan mengeluh bahwa budaya "tak mungkin" seringkali sudah menjadi karat yang keropos. Pernah ada seorang direktur bank bercerita bahwa di perusahaannya ada seorang eksekutif yang diberi julukan "Mr. Impossible". Semata-mata karena ia begitu negatifnya terhadap semua ide dan usulan yang disodorkan padanya. Ia selalu saja serta-merta membatasi dirinya dengan sikap "tidak mungkin" tersebut.

Begitu banyaknya orang yang selalu pesimistis dan putus asa, sehingga mereka cenderung memilih untuk lebih baik akrab dengan kata-kata "tak mungkin" daripada bangun dan berjuang. Entah kenapa orang-orang seperti ini, seperti pintu berkarat yang sudah tidak bisa dibuka lagi. Mereka enggan menerima tantangan. Padahal, tantangan adalah kata paling populer saat ini. Juga faktor motivasi terpenting.

Hampir semua merek beken produk olahraga menggunakan tantangan sebagai sihir persuasif mereka. Lihat di televisi setiap malam. Begitu banyak acara TV yang juga mengakar dari tantangan. Hampir semua reality show bertema tantangan. Acara seperti "Survivor", "Fear Factor", "Amazing Race", "Indonesian Idol", "Contender", hingga "The Apprentice", semuanya menggunakan tantangan sebagai bahan baku utama.

Lalu, bagaimana caranya agar staf dan karyawan di perusahaan bisa tertantang dan mau meraih tantangan yang diberikan? Kuncinya barangkali ada dua. Pertama, penasaran, dan kedua adalah partisipasi. Pernah sekali, Mpu Peniti memberi saya wejangan yang sangat berguna. Menurut Mpu Peniti, bayangkan pada 17 Agustus ada lomba panjat pinang. Biasanya dalam lomba itu ada sebuah pohon pinang yang dilumuri minyak hingga sangat licin. Tapi di atasnya digantung berbagai hadiah. Kalau dipikir dengan akal sehat, tak mungkin bisa memanjat pohon pinang selicin itu.

Tapi buktinya, karena hadiahnya begitu menggiurkan, selalu saja ada peserta yang penasaran dan mencoba memanjat. Yang merasa tidak mungkin biasanya cuma jadi penonton. Ketika perlombaan mulai, banyak peserta yang memanjat dan kemudian jatuh. Kebanyakan orang akan tertawa. Karena terbukti bahwa pohon pinang licin itu tidak mungkin bisa dipanjat. Seolah-olah mereka adalah pihak-pihak yang bodoh dan ingin melawan sesuatu yang tidak mungkin.

Tapi ajaibnya, selalu saja ada peserta yang cerdas, melumuri dirinya dengan pasir, dan dengan susah payah memanjat pohon pinang licin itu. Pada akhirnya, biar susah sekalipun, selalu ada peserta yang mampu memanjat, walaupun hanya untuk sekian detik, tapi cukup untuk mengambil hadiahnya. Maka, jadilah mereka pemenangnya. Merekalah pahlawan yang berhasil mengalahkan sesuatu yang tak mungkin. Sedangkan kita yang tidak berpartisipasi, biarpun bisa tertawa, tidak mendapat apa-apa.

Tahun 2008 akan berakhir sebentar lagi. Sudah siapkah kita berpartisipasi dalam sebuah tantangan baru. Atau kita tidak mau mengubah sikap dan hanya duduk pasif menonton? Setiap perusahaan selalu punya tujuan dan cita-cita. Agar maksimal pencapaian tujuan itu, maka tujuan harus diterjemahkan menjadi sebuah tantangan yang sexy . Tantangan yang penuh daya tarik. Tantangan yang mampu merayu orang ikut serta. Sehingga tingkat partisipasi staf dan karyawan mengambil tantangan menjadi optimal.

Tahun 2009 harus menjadi tahun tantangan. Dan kita wajib menantang diri kita habis-habisan. Jangan menyerah pada keadaan. Tidak ada satu pun yang tak mungkin



“Selamat Menatap Tahun yang penuh Tantangan & Peluang”




More..