Berharap Sesuatu Yang Positif

Apa yang terlintas pertama kali di benak Anda ketika bangun di hari Senin pagi ? Harapan seperti apa yang Anda bangun ketika harus meeting dengan atasan Anda ? Apa yang Anda bayangkan ketika harus presentasi di depan klien ?

Jika apa yang harapkan dan bayangkan semuanya baik dan positif, maka Anda sudah berada pada jalur yang benar. Jika masih terlintas kekhawatiran, keraguan, ketakutan dalam diri Anda, maka Anda perlu memprogram ulang pola pikir Anda.

Banyak orang tahu bahwa harapan yang positif akan membangun sebuah keyakinan, tapi tidak banyak orang yang betul-betul melakukannya. Terkadang rasa cemas dan takut muncul dalam pikirannya. Imajinasi negatif seseorang yang membuat keraguannya semakin besar. Visualisasinya yang negatif membuat kecemasannya semakin menjadi-jadi. Belum presentasi di depan klien, tapi gemetarnya sudah dari rumah, karena takut tidak dapat menjawab pertanyaan. Belum haris senin pagi, tapi sudah merasa malas membayangkan macetnya jalan, belum bertemu dengan atasan tapi sudah khawatir akan mendapat teguran.

Pembaca yang setia, sadar tidak sadar yang membangun segala sesuatu yang negatif berawal dari pikiran kita masing-masing, padahal segala sesuatunya belum tentu terjadi. Pilihannya memang hanya ada 2, Anda boleh milih berharap hal buruk akan terjadi pada Anda, atau berharap hal yang baik akan terjadi pada Anda. Jika imajinasi, harapan yang Anda ciptakan hanya akan membuat Anda merasa menjadi lebih kecil, tidak mampu, kurang yakin, ragu, maka saatnya bagi Anda untuk meninggalkannya.Ambil suatu momen yang tenang, dan mulai bayangkan segala sesuatu yang baik akan terjadi.Bayangkan bagaimana atasan Anda akan kagum dengan kinerja Anda, bayangkan bagaimana klien Anda begitu menyukai presentasi Anda, bayangkan bahwa hari Senin Anda begitu menyenangkan karena akan ada kejutan spesial. Jika kita boleh memilih, kenapa tidak sekalian memilih yang baik-baik saja.

Hari Anda akan menjadi menyenangkan tergantung pada diri Anda. Mungkin kita bisa belajar dari seorang anak kecil, yang selalu ceria menghadapi harinya, yang selalu semangat pergi ke sekolah karena bertemu dengan teman-temannya, yang selalu senang ketika bangun karena bisa kembali bermain dengan orang tuanya.

Hidup ini terlalu singkat untuk menjadi khawatir dan menjadi takut. Kita dilahirkan untuk menjadi pribadi yang hebat, pribadi yang menang, tapi hal itu baru akan terwujud, jika kita bersedia mengharapkannya terjadi dalam hidup kita. Situasi dan kondisi boleh tidak bersahabat dengan kita, tapi jangan biarkan hal itu semua mengubur harapan positif kita. Jangan berhenti berharap, dan teruslah mengharapkan hal positif yang terjadi pada hidup Anda. Di kutip dari http://andriewongso.com/


More..

Kemampuan Diri

Ini cerita tidak jauh beda dengan kehidupanku. Moga bermanfaat

Seorang pemuda pada semester akhir mengalami keputus asaan. Sudah 10 semester dijalani, dan ini merupakan tahap akhir kuliahnya.Di satu sisi, sebagai tanggungjawabnya dia harus menyelesaikan tugasnya untuk meraih sarjana. Di sisi lain dia mengetahui bahwa ayahnya demikian sulit menyediakan uang untuk membiayai studinya.

Dia ingin berbakti untuk menyelesaikan kuliah sebagai amanah dari orang tua, namun dia juga merasa bahwa dirinya merupakan beban berat dari orang tuanya.
Dia memutuskan untuk mencari uang sambil menyelesaikan studinya, namun ternyata tidak mudah. Kalau dia konsentrasi pada studi, jelas penghasilkannya sangat sedikit.Kalau dia konsentrasi pada mencari uang, studinya terbengkalai.

Untung suatu ketika ayahnya bertanya. Dengan suara berat anak laki-laki ing menjawab bahwa dia ingin bekerja untuk meringankan beban ayahnya, setelah dapat duit dia mau melanjutkan studinya memenuhi amanat keluarga.

Dengan bijak sang ayah menjelaskan bahwa menyediakan uang untuk studi anaknya merupakan bewajiban ayahnya. Anak jangan merasa bersalah karena membebani orang tua, demikian tutur sang ayah. Kalau nanti kamu punya anak, kewajibanmu jugalah seperti kewajiban ayah.

Kewajibanmu saat ini adalah secepatnya menyelesaikan sudi, sehingga ayah akan terlepas dari beban itu. Bila "cuti" kuliah, berarti akan menunda kesempatan yang harus diseleaikan saat ini. Untuk menyelesaikan sesuatu yang tertunda, baik anak laki-laki maupun ayahnya harus melalui masa penantian yang belum tentu, sedangkan bila konsentrasi diarahkan pada penyelesaian kuliah, maka diharapkan hasilnya dapat dinikmati pada waktu yang tidak telalu lama.

Penyelesaian studi merupakan kemampuan diri yang diberikan orangtua, dengan pemberian itu orangtua merasa sangat bahagia.
Demikian salahsatu persoalan yang dihadapi para mahasiswa pada akhir masa kuliahnya bila dia berada dalam keluarga yang pas-pasan. Keluarga demikian menduduki rangking terbesar dalam masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu, merupakan kepedulian kita bersama untuk memberikan nasehat berupa motivasi kepada generasi penerus masa depan agar tidak gagal dalam studi karena cintakasihyang berlebihan kepada orang tua. Cinta kasih seperti ini telah diterapkan secara bijaksana, karena dia tidak menghargai kewajiban orangtua yang mengharapkan masa depan generasi penerusnya.
Tidak sedikit orangtua yang harus meminjam sejumlah uang untuk biaya awal memasukkan putra-putrinya di pergutuan tinggi. Bahkan tidak sedikit orangtua dari keluarga yang "kelihatan" mapan, ternyata menghadapi kesulitan ekonomi, karena kondisinya sudah tidak cemerlang, namun masih mempertahankan gengsi agar anak-anaknya dapat tampil prima demi mempertahankan status.

Pada saat ini kemampuan diri kita sangat perlu dicermati,agar dapat dipergunakan secara sangat efisien. Dengan demikian, walau kita berusaha tampil senantiasa prima, namun setiap langkah harus diperhitungkan secara cermat. Bagaimanapun, kemandirian sebenarnya merupakan potensi yang ada pada setiap individu. Kemandirian wajib dipergunakan dengan pengendalian batin yang mantap dan terlatih. Dengan demikian kemampuan diri dapat dikembangkan dan ditingkatkan dengan senantiasa belajar.

Sukses bagi siapa saja yang senantiasa mau belajar, Di kutip dari http://andriewongso.com/ !
More..

Ehmmm

Ehmm kemarin habis bazar ma anak anak SMA 1 Lainea, Wuahhh seneng banget rasanya ketemu ma temen temen angkatan 2006, setelah hampir tiga tahun tak bersua. Begitu ketemu weihhh Agus how are u? ge mana, lanjut di mana?....Heii Rianty makin cakep aja (ehm dlm hati)dan bla bla bla.. lah. Sepertinya kayak peristiwa Orientasi dulu waktu di SMA.

Ehm saya rasakan ada yang beda kalau di SMA dulu saya kayaknya pemalu sekalijangankan mau ucapkan kata cinta (weittsss), mau kenalan aja takuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut.ya udahlah itukan dulu lupakan sajalah yang penting hidupku sekarang sedikit lebih baik, terimakasih ya allah.

More..

Imposibel Is Nothing

Kemaren dapet e mail dari temen setelah ku baca isinya cukup menarik yg intinya kita g boleh negatif thinking, jangan pernah berkata tidak mungkin. Met membaca moga bermanfaat

PERNAH lihat iklan Adidas, " Impossible is Nothing? " Iklan itu berisi kredo yang dilontarkankan Leyla Ali, putri Muhammad Ali. Bunyinya gagah dan puitis. "Tak mungkin bukanlah fakta. Tak mungkin adalah pendapat semata. Tak mungkin bukanlah sebuah deklarasi. Melainkan sebuah tantangan. Tak mungkin adalah sebuah potensi. Tak mungkin sifatnya sementara. Tak mungkin tidak berarti apa-apa."

Kredo itu digunakan untuk membakar semangat banyak orang dalam berbagai workshop dan pelatihan. Hasilnya seringkali cukup menantang. Banyak eksekutif perusahaan mengeluh bahwa budaya "tak mungkin" seringkali sudah menjadi karat yang keropos. Pernah ada seorang direktur bank bercerita bahwa di perusahaannya ada seorang eksekutif yang diberi julukan "Mr. Impossible". Semata-mata karena ia begitu negatifnya terhadap semua ide dan usulan yang disodorkan padanya. Ia selalu saja serta-merta membatasi dirinya dengan sikap "tidak mungkin" tersebut.

Begitu banyaknya orang yang selalu pesimistis dan putus asa, sehingga mereka cenderung memilih untuk lebih baik akrab dengan kata-kata "tak mungkin" daripada bangun dan berjuang. Entah kenapa orang-orang seperti ini, seperti pintu berkarat yang sudah tidak bisa dibuka lagi. Mereka enggan menerima tantangan. Padahal, tantangan adalah kata paling populer saat ini. Juga faktor motivasi terpenting.

Hampir semua merek beken produk olahraga menggunakan tantangan sebagai sihir persuasif mereka. Lihat di televisi setiap malam. Begitu banyak acara TV yang juga mengakar dari tantangan. Hampir semua reality show bertema tantangan. Acara seperti "Survivor", "Fear Factor", "Amazing Race", "Indonesian Idol", "Contender", hingga "The Apprentice", semuanya menggunakan tantangan sebagai bahan baku utama.

Lalu, bagaimana caranya agar staf dan karyawan di perusahaan bisa tertantang dan mau meraih tantangan yang diberikan? Kuncinya barangkali ada dua. Pertama, penasaran, dan kedua adalah partisipasi. Pernah sekali, Mpu Peniti memberi saya wejangan yang sangat berguna. Menurut Mpu Peniti, bayangkan pada 17 Agustus ada lomba panjat pinang. Biasanya dalam lomba itu ada sebuah pohon pinang yang dilumuri minyak hingga sangat licin. Tapi di atasnya digantung berbagai hadiah. Kalau dipikir dengan akal sehat, tak mungkin bisa memanjat pohon pinang selicin itu.

Tapi buktinya, karena hadiahnya begitu menggiurkan, selalu saja ada peserta yang penasaran dan mencoba memanjat. Yang merasa tidak mungkin biasanya cuma jadi penonton. Ketika perlombaan mulai, banyak peserta yang memanjat dan kemudian jatuh. Kebanyakan orang akan tertawa. Karena terbukti bahwa pohon pinang licin itu tidak mungkin bisa dipanjat. Seolah-olah mereka adalah pihak-pihak yang bodoh dan ingin melawan sesuatu yang tidak mungkin.

Tapi ajaibnya, selalu saja ada peserta yang cerdas, melumuri dirinya dengan pasir, dan dengan susah payah memanjat pohon pinang licin itu. Pada akhirnya, biar susah sekalipun, selalu ada peserta yang mampu memanjat, walaupun hanya untuk sekian detik, tapi cukup untuk mengambil hadiahnya. Maka, jadilah mereka pemenangnya. Merekalah pahlawan yang berhasil mengalahkan sesuatu yang tak mungkin. Sedangkan kita yang tidak berpartisipasi, biarpun bisa tertawa, tidak mendapat apa-apa.

Tahun 2008 akan berakhir sebentar lagi. Sudah siapkah kita berpartisipasi dalam sebuah tantangan baru. Atau kita tidak mau mengubah sikap dan hanya duduk pasif menonton? Setiap perusahaan selalu punya tujuan dan cita-cita. Agar maksimal pencapaian tujuan itu, maka tujuan harus diterjemahkan menjadi sebuah tantangan yang sexy . Tantangan yang penuh daya tarik. Tantangan yang mampu merayu orang ikut serta. Sehingga tingkat partisipasi staf dan karyawan mengambil tantangan menjadi optimal.

Tahun 2009 harus menjadi tahun tantangan. Dan kita wajib menantang diri kita habis-habisan. Jangan menyerah pada keadaan. Tidak ada satu pun yang tak mungkin



“Selamat Menatap Tahun yang penuh Tantangan & Peluang”




More..

Mid Semester

Seminggu ini mid semester berlangsung, dari mata kuliah bahasa pemrograman, troubleshooting, pengantar telekomunikasi, elektronika dasar hingga yang paling gampang pendidikan kewarganegaraan. Dari semua mata kuliah tersebut sepertinya tidak ada satupun jawaban yang aku isi sendiri alias nyontek. Yaa allah kalau begini caraku kuliah buat apa aku banting tulang buat bayar semester, buat apa aku selalu berkata "ma doakan kuliahku lancar yah" tp aku sendiri g semangat belajar.

Emang sihh ini semua juga karena kerja, memamng begitu sulit ngatur waktu kerja dan kuliah, apalai di perusahaan swasta. Tapi sebenarnya aku punya sedikit waktu buat masuk kuliah siang meskipun harus nyuri nyuri waktu ninggalin kerjaan, diriku aja yang malas, kalau cuma datang absen, pinjem buku, setor tugas aku pasti bisa masa sih bosku mau nglarang.

Yaaahh kedepan moga aku rajin rajin masuk paling ga pinjem buku ma temen......
biar ga nyontek lagi hehhehhehheee. Ayo!! semangat agus kamu pasti bisa!!! More..

Buku The Secret

Bulan september kemarin aku ikut seminar IMA ( Indonseia marceting assotiation), materinya cukup menarik yaitu personal branding cara sukses "menjual "diri. Salah satu pembawa materinya pak hugua orang nomor satu di kabupaten wakatobi, dalam presentasinya beliau banyak menceritakan tentang dirinya hingga jadi Bupati. Kata pak hugua jika kita ingin sesuatu sebnarnya kita hanya butuh 3 kata singkat saja yitu meminta, percaya dan menerima. Meminta artinya meminta apa yang kita inginkan, percaya artinya kita harus yakin apa yang kita inginkan akan mewujud entah bagiaman pun caranya, menerima artinya kita harus selalu merasa bahwa apa yg kita inginkan itu sudah terkabulkan, seperti halnya perasaan saat kita menerima hadiah.

Untuk lebih paham tentang rahasia meminta, percaya, dan menerima silahkan beli bukunya yg berjudul the secret karangan Rhonda bryne kata pak hugua, wah jangan2 MLM kataku , tapi ngga lah masa pak hugua mau jualan buku
. Karena penasaran aku langsung aja cari bukunya di gramed, bukunya ngga tebal amat kayak kitab, designnya menarik, harganya 80 rb yah cukup menguras kantong saya hehhehe. Judul bukunya aja the secret so yg di besar2kan yah bahwa isi buku ini dulunya sangat di rahasiakan sejak jaman babbilonia ini rahasia sudah ada. Kalo boleh saya resume isi rahasianya kurangnya seperti ini, lebihnya cari ndiri :

  • Buku ini mengajarkan agar kita selalu berpikir positif, tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia ini asal kita yakin dan percaya bahwa apa yang kita inginkan tersebuta akan kita dapatkan.
  • Bersyukur adalah salah salah satu daya yang sangat luar biasa untuk mendatangkan lebih banyak lagi kekayaan, yah "secara" meskipun kita dalam keadaan "darurat"tetapi kita tetap mensyukurinya so pasti tidak akan pernah kita merasa miskin, serba kekurangan.
  • Memberi juga salah satu daya yang sangat luar biasa karena dengan memberi kita akan selalu merasa bahwa kita ini punya banyak harta melimpah. Menurut hukum tarik menarik semakin kita merasa kaya maka kekayaan itu juga akan segera mendatangi kita entah bagai mana caranya kita tidak perlu memikirkannya,
  • lanjutnya beli aja itu buku males aku nulisnya huaha...h.h.h.h


More..